Kamis, 14 Desember 2017

Penyuluhan dan Advokasi BAHAYA ROKOK di Distrik Tor Atas



Kebiasaan merokok sangatlah memprihatinkan, setiap saat kita menjumpai di masyarakat dari berbagai usia. Tak terkecuali masa remaja. Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. para remaja sekarang seringkali menganggap enteng dengan kesehatan mereka. Mereka hanya memikirkan apa yang akan membuat mereka senang, seperti rokok. Para remaja lebih banyak menggunakan rokok di usia muda tanpa memperhatikan akibat yang akan di timbulkan dan kurangnya kesadaran pada diri mereka sehingga mereka tidak memperhatikan bahaya dari penggunaan rokok tersebut. 


Dari hasil penelitian alasan remaja merokok antara lain : coba-coba, ikut-ikutan, keingin tahuan, sekedar ingin merasakan, kesepian, agar terlihat gaya, meniru orang tua, iseng, menghilangkan ketegangan, agar tidak dikatakan banci, lambang kedewasaan, mencari inspirasi. Alasan lain juga sebagai penghilang stres, penghilang jenuh, gengsi, pengaruh lingkungan, anti mulut asam, pencuci mulut, kenikmatan. 


Peningkatan Jumlah Perokok Anak dan Remaja yang terus meningkat ini sangatlah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan anak / remaja pada masa ketika dewasa. Rokok adalah Pembunuh terkenal tanpa kita sadari.

Sosialisasi dan Advokasi terhadap Bahaya Rokok yang dilakukan di SMP Samanente dan kepada seluruh Aparat Kampung di Distrik Tor Atas dalam cakupan wilayah pelayanan Puskesmas Samanente ini dilakukan oleh Petugas Puskesmas Samanente yang merasa bertanggungjwab penuh terhadap upaya pencegahan menuju masyarakat Tor Atas yang Sehat. 

MATERI PENYULUHAN BAHAYA MEROKOK
A.   Pengertian Rokok       
Rokok merupakan salah satu zat aditif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya kesehatan bagi diri sendiri maupun masyarakat, oleh karena itu diperlukan berbagai kegiatan pengamanan rokok bagi kesehatan        Rokok adalah hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang mengandung “nikotin” dan “tar” dengan atau tanpa bahan tambahan.
 B.   Kandungan Rokok       
Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh.    Racun utama bagi rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. ·  Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru, mengandung bahan kimia yang beracun, sebagian merusak sel paru-paru dan menyebabkan kanker. ·   Nikotin adalah zat aditif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat yang bersifat karsinogen, dan memicu kanker paru yang mematikan. ·      Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.   Di antara kandungan asap rokok termasuklah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), pencuci lantai (ammonia), ubat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide).
C.   Bahaya Merokok       
1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.       
2.  Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.       
3.  Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.       
 4.  Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok.       
 5.  Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa.
D.   Penyakit Akibat Merokok       
1. Kanker mulut       
2.  Kanker paru-paru       
3.  Kanker perut       
 4.  Kanker payudara       
 5.  Penyakit jantung       
6.  Stroke       
 7.  Kemandulan       
8.  Bronchitis       
9   Osteoporosis

E.   Mengapa Orang Merokok       
 1.  Rokok tanda kejantanan       
 2.  Ekspresi perlawanan dan pemberontakan       
3.  Kebiasaan sehari-hari (budaya)       
4.  Peer pressure (tekanan teman sebaya)       
5.  Pencapaian kebebasan       
6.  Pelarian tekanan hidup

F.    Tips Berhenti Merokok       
Dikenal dengan 8M:       
1.  Memiliki niat dan motivasi       
 2.  Minum air atau juice buah       
3.  Memohon doa       
4.  Membuat sesuatu       
5.  Mengunyah sesuatu       
 6.  Menarik nafas panjang       
 7.  Melengahkan nyalaan api rokok       
 8.  Melakukan olahraga

 G.   Upaya Pencegahan       
Dalam upaya prevensi, motivasi untuk menghentikan perilaku merokok penting untuk dipertimbangkan dan dikembangkan. Dengan menumbuhkan motivasi dalam diri untuk berhenti atau tidak mencoba untuk merokok, akan membuat mereka mampu untuk tidak terpengaruh oleh godaan merokok yang datang dari teman, media massa atau kebiasaan keluarga/orang tua.       

 Suatu program kampanye anti merokok yang dilakukan dapat dijadikan contoh dalam melakukan upaya pencegahan agar tidak merokok, karena ternyata program tersebut membawa hasil yang menggembirakan. Kampanye anti merokok ini dilakukan dengan cara membuat berbagai poster, film dan diskusi-diskusi tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan merokok. Lahan yang digunakan untuk kampanye ini adalah sekolah-sekolah, televisi atau radio.


Kontak

Hubungi Kami

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami, Sie Layanan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi.

Alamat:

Kompleks Perkantoran Otonom Kabupaten Sarmi

Jam Kerja:

Senin - Jumat, Jam 08:30-17:00

Ponsel:

+62852-4422-50001