Jumlah perokok usia remaja di Indonesia terus meningkat. Secara keseluruhan, Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia sebagai jumlah perokok terbanyak setelah China dan India. Celakanya, di Indonesia hingga kini menunjukkan tren peningkatan jumlah perokok dari kalangan remaja.
Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan, prevalensi perokok remaja pada tahun naik menjadi 19 persen. Jumlah perokok anakmakin tahun semakin meningkat. Bahkan selama 12 tahun diperkirakan jumlah perokok anak meningkat 6 kali lipat.Tren perokokanak dan remaja semakin mengkhawatirkan. Bila dibandingkan, data Riskesdas menunjukkan ada 71.126 perokokanak di Indonesia (10-14 tahun), sedangkan tahun 2007 meningkat menjadi 426.214 orang. Sedangkan untuk remaja (15-19 tahun), data Riskesdas menunjukkan 19 persen remaja Indonesia telah merokok. Data tersebut juga menunjukkan, karakter perokok Indonesia yang biasanya sudah mulai menghisap tembakau pada usia 14-19 tahun.
Ironisnya budaya merokok saat ini bukan saja terjadi pada kaum laki-laki, namun juga terjadi di kalangan kaum perempuan. Menurut Data Kemenkes menunjukkan, dari 2000 sampai tahun lalu jumlah perokok juga makin melebar di kalangan perempuan. Empat persen dari total jumlah perokok Indonesia adalah kalangan hawa. Berdasarkan data dari badan kesehatan dunia di bawah PBB, WHO, jumlah perokok di Indonesia tiap tahunnya mencapai 400 ribu orang.
Melihat perilaku remaja saat ini dimana merokok bukanlah sesuatu yang asing lagi namun sudah menjadi sesuatu yang lumrah, maka untuk mencegah semakin meningkatnya konsumsi rokok dikalangan remaja dan Pemuda maka Dinas Kesehatan Kabupaten Sarmi melalui seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat yang melibatkan Puskesmas sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas yang merupakan ujung tombak berhasilnya sebuah pelayanan kesehatan mengadakan kegiatan penyuluhan tentang "Bahaya Rokok" Penyuluhan ini disampaikan oleh Petugas Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Puskesmas Petam Distrik Sarmi Selatan Kabupaten Sarmi Diana Saumen, pada siswa/siswi SD/SMP satu Atap di Kampung Kasukwe Distrik Sarmi Selatan. Penyuluhan ini bertujuan untuk mempromosikan tentang bahaya rokok bagi tubuh. Penyuluhan dilakukan di tingkat SMP karena seperti yang kita lihat pada zaman sekarang merokok bukan hanya terjadi di kalangan orang dewasa namun sudah marak di kalangan anak remaja.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 November 2017, selain kegiatan Penyuluhan Bahaya Rokok di SD/SMP satu atap, kegiatan Promosi lainnya seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga dilakukan bagi masyarakat di wilayah Pelayanan Puskesmas Petam di Distrik Sarmi Selatan. Terlihat jelas antusias dari para siswa dan siswi selama kegiatan ini berlangsung, sesekali ada beberapa siswa yang ikut berpartisipasi menanyakan tetang hal-hal yang tidak mereka mengerti tentang bahaya rokok. Kegiatan Promosi ini harus dilakukan secara terus menerus karena kegiatan ini dinilai sangat penting dan bermanfaat bagi Siswa dan masyarakat dalam upaya menjaga dirin dan keluarga serta lingkungan tetap Sehat.
Setelah kegiatan penyuluhan ini, diharapankan agar terjadi perubahan positif baik dari segi pengetahuan maupun perubahan perilaku khususnya kepada siswa dan siswi maupun remaja yang saat ini sudah mengkonsumsi rokok.